Liga Basket Internasional (FIBA) sudah memutus tuan-rumah Kwalifikasi FIBA Asia Cup 2021 Group A. Indonesia akan berlaga di Bahrain.
Wabah Corona pernah membuat lokasi kelanjutan Kwalifikasi FIBA Asia 2021 jadi bertanya. Masalahnya pertandingan di Group A awalannya diperkirakan berjalan di 2 negara, yaitu Thailand serta Korea Selatan.

Tetapi, dengan sistem bubble yang diaplikasikan FIBA mengakibatkan pertandingan berkesempatan diadakan cuman di 1 negara. Tetapi, di mana tempatnya tetap jadi pertanyaan.

Terbaru, FIBA mengeluarkan tuan-rumah yang akan mengadakan pertandingan kelanjutan kwalifikasi itu. Mencuplik FIBA.basketball, Group A serta D akan berjalan di Manama, Bahrain, ke November kedepan.

Group A berisi Indonesia, Thailand, Filipina, serta Korea. Sedang Group D terhitung Bahrain, Irak, lebanon, serta India. Sesaat Group B yang terbagi dalam China, Jepang, Taiwan, serta Malaysia, dan Group E yang berisi Qatar, Iran, Suriah, serta Arab Saudi akan berjalan di Doha, Qatar.

Kota Amman, Yordania, bisa menjadi lokasi pertandingan Group C serta Group F. Group C terbagi dalam Australia, Hong Kong, New Zealand, serta Guam. Sedang Group F ada Yordania, Kazakhstan, Palestina, serta Sri Lanka.

“Persyaratan penting saat menentukan tuan-rumah adalah agunan kesehatan dan keterangan kepatuhan dengan prosedur kesehatan FIBA. Selain itu pengetesan serta kontrol masuk di lingkungan yang serupa,” demikian bunyi pengakuan FIBA.

Walau kota tuan-rumah telah diputuskan, untuk jadwal tentu pertandingan masih juga dalam penggodokan FIBA serta tuan-rumah.

“FIBA tetap akan mengawasi keadaan COVID-19 di Asia sehari-harinya. Kami akan mengomunikasikan lebih lanjut bila ada info terkini berkaitan pertandingan,” katanya.

Kutub kemampuan Miami Heat Bam Adebayo mengharap dapat tampil kembali di Final NBA 2020. Ia serta Goran Dragic tidak dapat di turunkan sebab luka di Game 2, Jumat lantas (3 Oktober 2020). Mengakibatkan, Heat kalah 114-124 dari Los angeles Lakers. Adebayo mengharap dapat segera sembuh serta bermain di Game 3.

Kekalahan Game 2 membuat Heat ketinggalan 0-2. Adebayo terlihat susah serta berasa bersalah saat dianya bertemu dengan media sesudah pertandingan itu. Tapi Adebayo mempunyai kepercayaan jika dianya dapat kembali lagi.

“Ya, saya percaya ada di atas lapangan. Saya berasa lebih baik saat ini,” tuturnya.

Adebayo adalah pemain yang berhasil bawa Heat sampai selama ini

Waktu playoff NBA, Adebayo cetak rerata 17,8 point, 10,9 rebound, serta 4,6 asis per game. Pada Game 1 Final NBA 2020 menantang Lakers, Adebayo turun waktu 21 menit dengan andil 8 point serta 4 rebound, sambil meredam luka leher. Absennya Adebayo di Game 2 tempo hari, punya pengaruh besar pada pertahanan Heat. Tiada Adebayo, Anthony Davis bebas dapat masukkan 15 dari 20 eksperimen shooting.

Miami Heat sekarang ketinggalan 0-2 dari Lakers. Adebayo menjelaskan jika teamnya tidak menyerah demikian saja. Mereka akan berupaya keras untuk dapat membalik posisi.

“Kami harus keluarkan semua kekuatan yang kami miliki. Kame punyai energi yang besar semenjak awal playoff sampai sekarang ini. Kami harus terus berusaha,” tuturnya.

Disamping itu, Shams Charania dari The Athletic menyampaikan kabar jika Miami Heat masih sangsi memberikan nama Goran Dragic dalam perincian pemain di Game 3. Karena, luka Dragic lebih serius daripada Adebayo. Dragic alami luka plantar fascia kiri, hingga perlu waktu lebih lama untuk sembuh. Tapi kepala pelatih Erik Spoelstra masih meletakkan keinginan besar jika mereka berdua segera kembali pada lapangan.

Game 3 di antara Miami Heat serta Los Angeles Lakers akan diadakan Minggu, 4 Oktober 2020 waktu Amerika Serikat.

Oklahoma City Thunder memberitahukan perpisahan dengan kepala pelatih Billy Donovan ini hari, Selasa 8 September waktu Amerika Serikat. Donovan telah jadi pelatih Thunder semasa lima musim. Kontrak Donovan serta Thunder telah usai serta mereka setuju tidak untuk diperpanjang. Dengan adanya ini, bursa pelatih di liga makin panas.

Donovan, dalam lima musim bersama-sama Thunder cetak rekor 243-157. Ia tetap berhasil bawa Thunder ke playoff, serta musim ini jadi finalis Coach of the Year. Donovan membuat Thunder musim ini melewati harapan publik. Sesudah dibiarkan Russell Westbrook, Donovan mengubah formasi pemain dengan Chris Paul untuk jangkarnya. Thunder sukses memaksakan Houston Rockets harus jalani game ke-7 sebelum meluncur ke Semi-final Daerah Barat.

“Saya benar-benar menghargai serta kagum pada beberapa pemain yang saya latih di Oklahoma, serta saya ingin mengucapkan terima kasih ke beberapa pelatih tempat saya kerja, yang memberi waktu serta dedikasi mengagumkan untuk maksud bersama-sama,” kata Donovan, seperti diambil dari nba.com.

Thunder serta Donovan sudah setuju untuk berpisah

Ini ketetapan bersama-sama, bukan dengan cara sepihak. Manager OKC Thunder Sam Presti pastikan semua haknya telah tercukupi.

“Selanjutnya, ini telah berjalan lima tahun serta saya pikirkan kemungkinan kini saatnya untuk cari situasi baru. Saya benar-benar menghargai Donovan serta mengharap yang paling baik buatnya,” kata Sam Presti.

Donovan ialah pelatih University of Florida yang berhasil bawa teamnya 2x juara nasional serta 4x final four dalam 19 musim. Kemudian, ia diambil oleh Thunder.

Donovan memperoleh peninggalan dua pemain bintang pada musim pertama kalinya melatih yakni Kevin Durant serta Russell Westbrook. Thunder capai Final Daerah Barat pada musim 2015-2016. Sayangnya mereka kalah dari Golden State Warriors sesudah pernah unggul 3-1. Kemudian, Durant tinggalkan Thunder serta mendekat ke Warriors.

Tetapi Thunder serta Donovan kembali bangkit. Russell Westbrook jadi MVP liga serta cetak rekor liga untuk tripel dobel pada sebuah musim. Tetapi, Thunder kembali lagi kalah di playoff. Kesempatan ini mereka menyerah dari Houston Rockets diperputaran pertama.

Thunder juga coba kumpulkan pemain bintang untuk berkompetisi dengan Golden State Warriors pada musim 2017-2018. Di pasar bursa pemain, Thunder ambil Paul George serta Carmelo Anthony. Kembali lagi tidak tepat gagasan. Thunder cuma cetak rekor 48-34 pada musim reguler, serta kalah dari Utah Jazz di playoff putaran pertama.

Pada 2018-2019, perform Thunder bertambah jadi 49-33 pada musim reguler. Paul George finishdi tempat ke-3 dalam pengambilan suara MVP. Thunder kembali lagi masuk playoff, tetapi ditaklukkan Portland Trail Blazers di game ke-5 putaran pertama.

Keinginan fans Thunder pada teamnya mulai turun saat manajemen terjebak perdagangan bintang

Thunder kirim Russell Westbrook ke Houston Rockets untuk memperoleh Chris Paul. Manajemen mengikhlaskan Paul George geser ke LA Clippers, untuk memperoleh Shai Gilgeous-Alexander serta Danilo Gallinari. Banyak yang tidak percaya apa beberapa pemain baru Thunder dapat memperlihatkan perform paling baik.

Malah yang berlangsung kebalikannya. Chris Paul dengan pengalamannya sukses pimpin pasukan muda Thunder. Gilgeous-Alexander ada untuk pembuat point paling banyak team, serta Gallinari membuat performa paling baik dalam profesinya. Thunder cetak rekor 44-28 pada musim reguler, serta hampir jatuhkan Rockets di set pertama playoff.

“Kami benar-benar menghormatinya, serta saya pikirkan orang-orang tahu kekuatan Donovan. Tapi saya menghormati ketetapannya,” kata Presti.

Beberapa pemerhati NBA menjelaskan jika Donovan pamit sesudah tidak memperoleh kejelasan tentang pemain untuk musim depan. Manajemen pilih untuk datangkan pemain baru, serta kumpulkan ticket Draft NBA sebanyaknya. Disamping itu, hari esok Chris Paul belum jelas. Sebab fakta itu, karena itu Donovan pilih untuk berpisah dengan team ini.

Resmi Berpisah dengan OKC Thunder

Dallas Mavericks jadi pembicaraan banyak faksi musim ini. Dari team yang cuma mendapatkan 33 kemenangan serta finish di rangking 14 Daerah Barat musim kemarin, Mavericks beralih cepat musim ini dengan duduk di rangking tujuh Daerah Barat serta mengantongi 10 kemenangan semakin banyak dari musim kemarin. Mavericks pada akhirnya tampil kembali di playoff untuk pertama-tama semenjak 2016 kemarin.

Cedera Doncic pasti ialah aspek terpenting kebangkitan Mavericks. Baru masuk musim kedua-duanya, Cedera bermain bak veteran yang telah mempunyai pengalaman lebih dari lima tahun. Pada musim kedua-duanya , Cedera telah dipilih untuk All Star, All-NBA First Tim, serta finish di rangking ke-4 untuk Most Valuable Player (MVP), di belakang Giannis Antetokounmpo, LeBron James, serta James Harden.

Cedera ialah tokoh penting, tetapi dia tidak bisa mengambil langkah bertambah jauh tanpa ada suport barisan simpatisan. Dalam ini, Mavericks sendiri sudah mengambil Kristaps Porzingis untuk temani Cedera. Sayangnya, Porzingis terhalang banyak luka yang membuat semakin banyak habiskan waktu di ruangan perawatan. Musim kemarin dia mangkir penuh sedang musim ini, luka membuat mangkir di tiga game paling akhir putaran pertama playoff.

Lihat situasi ini, pertanyaan tentang situasi kesehatan Porzingis juga terus muncul

Masalahnya perubahan Mavericks untuk satu team juga bergantung dengan ini. Dallas News lalu terlibat perbincangan dengan salah satunya bekas dokter team Mavericks yang namanya Dr. Souryal. Souryal menerangkan kurang lebih tentang apakah yang ditemui oleh Porzingis.

“Tiap Anda mempunyai pemain bintang dengan runtutan luka, intinya di dua lututnya, Anda tentu mempunyai beberapa jenis pertimbangan,” membuka Souryal. “Tetapi, saya lihat dia (Porzingis) sudah kembali lagi seutuhnya serta semakin lebih kuat sesudah luka ACL. Luka itu telah tidak lagi menghantuinya. Tetapi, luka-cedera yang lain harus ditangani dengan triknya semasing.”

“Situasi ini sendiri tidak istimewa berlangsung di Porzingis. Bila kita lihat liga keseluruhannya, kita sadar jika banyak luka yang menempa beberapa pemain besar di NBA. Ini berlangsung sebab ada perkembangan permainan basket yang membuat beberapa pemain besar itu menyesuaikan dengan permainan yang ada,” sambungnya.

“Kita lihat jauh semakin banyak pemain besar saat ini daripada satu dasawarsa lalu. Hebatnya lagi, mereka semakin lebih atletis daripada satu dasawarsa lalu. Makin banyak Anda lihat pemain besar, makin banyak Anda lihat tingkat atletisme yang tinggi. Oleh karenanya, kesempatan luka makin bertambah,” tutupnya.

Pengakuan Souryal dapat jadi cukup menentramkan fans Mavericks. Bila kesehatan Porzingis terus terbangun selama musim depan, Cedera terus berubah, serta ada pertolongan satu pemain lain untuk menyangga mereka, Mavericks dapat jadi salah satunya kuda hitam di NBA. Hal yang bertambah hebat lagi pada keadaan ini ialah bukti jika baik Cedera serta Porzingis baru berumur 21 dan 25 tahun. Hari esok cerah untuk Mavericks.