Hakim Ziyech menyebutkan ada banyak pemain Chelsea yang bermutu. Yang sangat ‘gila’ ialah Christian Pulisic!
Hakim Ziyech adalah salah satunya perekrutan baru Chelsea di bursa transfer musim panas tempo hari. Pemain dari Maroko itu dibeli dari Ajax Amsterdam dengan harga 38 juta paun atau sama dengan Rp 726 miliar.

Ziyech memang tidak dapat tampil optimal. Ia dibekap luka lutut saat pertandingan eksperimen melawan Brighton sebelumnya pertandingan musim 2020/2021 diawali.

Dikutip dari Metro, Hakim Ziyech optimis dengan ngomong Chelsea akan mengerikan pada musim ini. Bersamaan dengan hadirnya beberapa pemain baru seperti Timo Werner serta Kai Havertz.

“Timo Werner serta Kai Havertz demikian berbakat. Mereka telah memperlihatkan kekuatannya di Bundesliga serta hanya perlu waktu untuk menyesuaikan di Inggris,” terangnya.

Musim kemarin bersama RB Leipzig, Timo Werner cetak 28 gol dari 34 performa di Bundesliga. Jika Kai Havertz, sanggup cetak 12 gol dari 30 pertandingan bersama Bayern Leverkusen.

Pada awal perjalanan bersama Chelsea

Timo Werner baru membuat 2 gol dari 5 pertandingan di Liga Inggris. Kai Havertz jumlah kompetisinya sama, tetapi baru bikin 1 gol.

“Mereka berdua bakal menjadi senjata yang mematikan,” lanjut Ziyech.

Tetapi untuk Hakim Ziyech, ada 1 pemain Chelsea yang sangat bermutu. Ia ialah si pemain sayap, Christian Pulisic.

Chelsea sendiri akan bertamu ke kandangnya Manchester United di pekan ke enam Liga Inggris pada hari Sabtu (24/10/2020) jam 23.30 WIB.

Laga Manchester United vs Chelsea dapat dilihat di Mola TV lewat link di bawah ini dengan abonemen paket Sports dan Pertunjukan.

“Christian Pulisic, ia edan!” keras Ziyech.

“Lihatlah apakah yang Pulisic lakukan di atas lapangan, ia striker sayap yang edan,” sambungnya.

Christian Pulisic telah menguatkan Chelsea semenjak musim 2019/2020 kemarin. Sayang, luka hamstring sering menimpa pemain muda asal AS itu.

Musim kemarin, Pulisic telah mencatat 34 performa di semua pertandingan. 11 Gol serta 10 assist telah dikoleksinya.

“Chelsea punyai beberapa pemain berpotensi,” tutup Ziyech.

Untuk pertama kali, Bruno Fernandes tidak berhasil cetak gol dari sepakan penalti di Manchester United. Telah lumayan lama juga dia tidak pernah membuat ketidakberhasilan penalti.
Dalam laga musuh Newcastle United, MU pernah bisa sepakan penalti karena tindakan Marcus Rashford susul pantauan VAR. Fernandes maju untuk algojo tetapi tidak berhasil kirim bola ke gawang.

Berdasarkan catatan Opta, itu jadi ketidakberhasilan pertama kali Bruno Fernandes dalam cetak gol dari titik bersama MU. Sebelumnya dia telah berhasil melakukan dalam 10 peluang (10 berhasil menjadi gol, 1 kali tidak berhasil).

Meringkas dari beberapa sumber, pemain dari Portugal itu juga tidak pernah tidak berhasil menyelesaikan sepakan penalti di partai liga sejak 3 April 2016.

SportBible menyebutkan, terakhir kali Bruno Fernandes tidak dapat mengoptimalkan peluang dari titik 12 cocok

dalam suatu partai liga ialah 1.659 hari kemarin saat masih bermain untuk Udinese.

Saat itu dia tidak berhasil membuat gol dari penalti ke gawang Napoli. Sejak ketidakberhasilan itu,

dia sukses menyelesaikan pekerjaan untuk algojo penalti dalam 18 peluang berturut-turut

– sebelumnya sekarang berhenti.

Sesaat di luar partai liga, ketidakberhasilan terakhir kalinya cetak gol dari titik putih sebelumnya ialah di Oktober 2018 saat bermain untuk Sporting CP di gelaran piala musuh Loures.

Medio Juli 2020 lalu, Miguel Soares sebagai penjaga gawang yang 2 tahun kemarin gagalkan penalti Bruno Fernandes juga pernah mulai bicara tentang peristiwa itu.

“Pengamanan itu ialah sebentuk peristiwa cantik. Rahasianya ialah sebentuk pergerakan kecil yang saya lakukan ke bagian kiri,” tuturnya waktu itu ke Daily Star.

“Waktu Bruno lakukan penalti, dia terus menyaksikan mengarah penjaga gawang jadi saya juga lakukan hal yang sama ke dianya. Saya berbersandiwara ingin

bergerak ke kiri tetapi lalu lompat ke kanan,” ucap Miguel Soares kembali kenang peristiwa 2 tahun kemarin itu.

Menyinggung ketidakberhasilan Bruno Fernandes cetak gol penalti waktu menantang Newcastle United,

dia selalu sukses mengalahkan penjaga gawang Karl Darlow dengan mencatat nama untuk pembuat gol ke-2 Setan Merah dalam kemenangan 4-1

Chelsea telah edan berbelanja di bursa transfer musim panas tempo hari. Untuk tahun kedepan, The Blues telah punyai sasaran ada 2 pemain yang masuk ke radar.
Chelsea telah habiskan uang seputar 200 juta paun atau sama dengan Rp 3,8 triliun untuk beli beberapa pemain baru di bursa transfer musim panas 2020 ini. Sebagian dari mereka seperti Kai Havertz, Timo Werner, serta Ben Chilwell. Mereka juga masih muda-muda.

Dikutip dari Daily Star, Chelsea belum hentikan keinginan untuk beli pemain baru. Bursa transfer musim panas 2021 kelak, Chelsea telah kantongi beberapa nama yang akan dibeli.

Minimal ada 2 nama yang akan menjadi fokus utama penting. Mereka ialah bek tengah Dayot Upamecano serta pemain tengah tahan Declan Rice.

Dayot Upamecano menarik perhatian untuk bek tengah bersama RB Leipzig. Pemain dari Prancis ini juga masih terbilang muda, masih berumur 21 tahun.

Dayot Upamecano sebenarnya telah dicari banyak club besar seperti Manchester United serta Real Madrid. Karena itu, Chelsea harus dapat buka harga yang tinggi.

 

 

Setelah itu Declan Rice, pemain West Ham United yang pernah menimba pengetahuan di team sekolah tinggi Chelsea. Declan Rice juga telah masuk ke tim Tim nasional Inggris.

Rice menguatkan West Ham United semenjak tahun 2017. Status intinya untuk pemain tengah tahan, tetapi dapat juga diplot untuk bek tengah.

Bursa transfer musim panas tempo hari, Chelsea telah coba mengambilnya. Namun, West Ham membanderol harga tinggi sebesar 80 juta paun atau sama dengan Rp 1,5 triliun.

Baris pertahanan memang menjadi sorotan untuk Chelsea. Untuk periode pendek, The Blues telah datangkan Thiago Silva.

Baris tengah serta depan, Chelsea masih aman. Beberapa pemain mudanya masih punyai beberapa waktu untuk berkilau.

Mantan Manager Arsenal Arsene Wenger menyarankan perombakan beberapa ketentuan di sepakbola. Salah satunya di lemparan ke, korner, serta sepakan bebas.
Arsene Wenger sekarang ini memegang untuk Kepala Peningkatan Sepakbola Global FIFA. Kedudukan itu memberikannya kuasa untuk menilai beberapa aturan sepakbola.

Pria Prancis itu awalnya menyarankan perombakan ketentuan offside. Dalam idenya itu, seorang pemain tidak dipandang offside bila sisi badannya yang dapat cetak gol sejajar dengan pemain paling akhir team musuh, walau ada anggota badan yang lain menjorok.

Dalam perbincangan paling baru dengan L’Equipe, Wenger menyarankan beberapa perombakan yang lain. Berkaitan lemparan ke contohnya, dia ingin di masa spesifik lemparan dapat ditukar dengan sepakan.

“5 menit sebelumnya buyar, satu lemparan ke buat Anda semestinya jadi keuntungan. Tetapi di keadaan-situasi ini, Anda hadapi 10 pemain outfield musuh, sesaat Anda hanya punyai 9,” katanya dikutip Marca.

“Statistik memperlihatkan jika 8 dari 10 keadaan lemparan ke itu, Anda kehilangan bola. Bukannya lemparan, di paruh lapangan Anda sendiri, Anda perlu punyai peluang untuk ambil satu sepakan,” paparnya.

Pria yang saat jadi manager dipanggil The Professor itu tawarkan inspirasi berkaitan sepakan pelosok serta sepakan bebas

Korner meliuk yang pernah keluar tetap dipandang resmi, sedang sepakan bebas dapat dioper cepat ke diri kita.

“Kami menimbang hal yang lain: sepak sudut meliuk yang keluar dari lapangan lalu kembali lagi masuk harus dibikin resmi. Ini akan membuat peluang baru untuk cetak gol. Ada pula pilihan untuk lakukan sepakan bebas cepat buat diri kita,” tambahnya.

Sepakat dengan saran Wenger itu?

Edinson Cavani sah kenakan nomor punggung 7 Manchester United. Sumpah membuntutinya sebab pemilik nomor ini di sejumlah musim paling akhir tidak berhasil berkilau.
MU memberitahukan Cavani akan kenakan nomor punggung 7 bersama-sama club garapan Ole Gunnar Solkjaer ini, Rabu (7/10/2020) pagi hari WIB. Awalnya, striker asal Uruguay itu mendekat ke Old Trafford dengan posisi bebas transfer dari Paris Saint-Germain. Dia dikontrak semasa setahun sampai Juni 2021.

“Edinson Cavani akan kenakan nomor ikonik saat mengawali beraksi dengan Manchester United selesai tanda-tangani kontrak dengan club di hari paling akhir bursa transfer,” bunyi pengakuan MU.

“Penyerang tajam ini memperoleh jersey nomor 7 yang awalnya digunakan oleh beberapa legenda seperti George Best, Bryan Robson, Eric Cantona, David Beckham serta Cristiano Ronaldo.”

Sama seperti yang diutarakan di atas jika beberapa bintang-bintang MU

di masa lampau sempat kenakan jersey dengan nomor ini. Tetapi di lain sisi, ini malah seringkali mendatangkan desakan besar ke beberapa pengguna nomor tujuh MU dalam beberapa musim paling akhir.

Seperti satu sumpah, pemilik nomor tujuh MU sesudah Ronaldo tidak sempat ada yang betul-betul berkilau jadi bintang di Old Trafford. Walau sebenarnya beberapa salah satunya tiba dengan harapan besar.

 

 

Beberapa pemain yang tidak berhasil berkilau sesudah kenakan nomor punggung 7 MU ialah Michael Owen, Antonio Valencia, Angel Di Maria, Memphis Depay serta Alexis Sanchez.

Buat Cavani sendiri nomor 7 bukan nomor yang asing buatnya. Dia sempat menggunakan angka tujuh di jerseynya saat bela Palermo serta Napoli. Walau saat bermain untuk PSG, striker 33 tahun ini kenakan nomor baju 9.

Pantas kita tunggu aksi Cavani bernomor punggung 7 MU. Dapatkah, dia akhiri sumpah atau jadi korban yang selanjutnya?