Robert Lewandowski tampil eksplosif di musim kemarin. Mega-bintang Bayern Munich itu berasa, dianya sekarang pantas disamakan dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Sekitar 55 gol diceploskan Lewandowski untuk pimpin Bayern memenangkan Bundesliga, Piala DFB, dan Liga Champions 2019/20. Catatan itu mengidentifikasi keproduktifan paling tinggi striker Polandia itu dalam profesinya.

Ketajaman Lewandowski membuat ia dipilih untuk memenangkan penghargaan Pemain Terhebat Dunia FIFA, menaklukkan Messi dan Ronaldo. Sebenarnya, Lewandowski diunggulkan untuk merampas Ballon d’Or saat sebelum ajang itu ditetapkan ditiadakan.

Sejauh ini Messi dan Ronaldo dipandang seperti dua pemain sepak bola dengan tingkat yang lain dari beberapa pemain yang lain. Ke-2 nya sanggup tampil stabil dan memimpin jagat sepakbola dalam 10 tahun akhir.

Robert Lewandowski mengaku, profesinya memanglah belum sementereng Messi dan Ronaldo. Tetapi, melihat perolehannya di musim kemarin Lewandowski percaya telah setingkat dengan duet superstar itu.

Baca juga : Milan Menang, Rafael Leao Bikin Gol Paling cepat Serie A Sejauh Periode

“Messi dan Ronaldo telah duduk di meja yang serupa, di pucuk, untuk waktu lama, dan itu yang membuat mereka tidak dapat dibanding,” Lewandowski menjelaskan ke France Football dan diberitakan Mirror.

“Jadi untuk menjawab pertanyaan Anda, saya tidak dapat memikirkan diriku sendiri ada dari sisi mereka dalam pemikiran ini. Walaupun begitu, jika Anda menyaksikan beberapa angka pada musim ini serta di musim-musim lalu, aku pikir saya lumayan bagus dalam soal perform dan cetak gol.”

“Tidak berhasil untuk ada di meja yang serupa dengan Messi dan Ronaldo, tetapi aku pikir saya dapat mengundang mereka untuk makan di mejaku!” canda Lewandowski.

Baca juga : Kukuhnya Baris Belakang Senjata Khusus Man City Musim Ini

 

Bayern Munich sukses mencetak kemenangan 3-1 di kandang VFB Stuttgart. Kemenangan ini membuat Die Roten kokoh di pucuk klassemen Bundesliga.
Stuttgart versus Bayern berjalan di Mercedes-Benz Ajang pada Spieltag kesembilan Bundesliga, Sabtu (28/11/2020) malam WIB. Team tamu tampil menguasai pada awal pertandingan.

Meskipun begitu, Stuttgart malah yang sanggup cetak gol terlebih dahulu di menit ke-20. Melalui satu serbuan balik, Silas Wamangituka bergerak dari bidang kanan.

Dia melepaskan operan mendatar ke Tanguy Coulibaly yang tidak terkawal di muka gawang

Manuel Neuer usaha menggunting umpan itu tetapi gagal. Coulibaly dapat sontek bola untuk bikin Stuttgart unggul 1-0.

Bayern sukses menyamakan angka pada menit ke-38. Manfaatkan peralihan Stuttgart yang tidak lumayan baik, Bayern memperlancar gempuran cepat.

Thomas Mueller kirim umpan ke Kingsley Coman disamping kiri. Coman menyerang ke kotak penalti lalu melepaskan tendangan mencatatr yang tidak sanggup dibendung Gregor Kobel. Score berbeda seimbang 1-1.

Satu menit berlalu, Stuttgart sempat kembali lagi menggetarkan jaring Bayern melalui Philipp Foerster. Dia manfaatkan bola yang lepas dari kaki Neuer.

Tetapi sesudah menyaksikan VAR, wasit membatalkan gol ini

Masalahnya Coulibaly terlebih dulu tarik Neuer.

Pada menit akhir set pertama, Bayern sukses mengubah kondisi. Robert Lewandowski melepaskan tendangan kuat di luar kotak penalti habis terima sodoran bola dari Coman.

Bola melaju deras ke sudut kiri gawang Kobel. Score 2-1 untuk Bayern tutup setengah pertama pertandingan.

Di set ke-2 , Stuttgart berusaha untuk cari gol penyama posisi. Wataru Endo coba keberuntungan dari tendangan jarak jauh pada menit ke-60. Usahanya ini belum berbuah hasil sebab bisa diredam oleh Neuer.

Stuttgart lagi mendobrak Bayern

Neuer membuat pengamanan utama di menit ke-87, dia sukses menangkis tendangan keras Sasa Kalajdzic dari dalam kotak penalti.

Konsentrasi menyerbu, Stuttgart tinggalkan banyak sela di baris belakang. Ini digunakan secara baik oleh Douglas Costa pada menit ke-88.

Menyerang dari segi kanan, dia melepaskan tendangan terarah yang menjebol gawang Kobel. Bayern unggul 3-1. Posisi ini tidak berbeda sampai pertandingan habis.

Kemenangan ini mengantar Bayern kokoh di pucuk klassemen dengan 22 angka. Sesaat, Stuttgart ada di rangking kesepuluh dengan 11 point

Formasi Pemain

VFB Stuttgart: Gregor Kobel; Konstantinos Mavropanos (Atakan Karazor 59′), Waldemar Anton, Marc Oliver Kempf; Tanguy Coulibaly (Roberto Massimo 82′), Wataru Endo, Philipp Foerster (Sasa Kalajdzic 76′), Orel Mangala, Boma Sosa; Gonzalo Castro (Mateo Klimowicz 59′); Silas Wamangituka.

Bayern Munich: Manuel Neuer; Benjamin Pavard, Jerome Boateng (Tanguy Nianzou 69′), Lucas Hernandez (Niklas Suele 58′), David Alaba; Corentin Tolisso (Javier Martinez 83′), Leon Goretzka; Serge Gnabry (Leroy Sane 69′), Thomas Muller, Kingsley Coman (Douglas Costa 69′); Robert Lewandowski.

Pernah terbenam sampai dipinjami ke club lain, sekarang Philippe Coutinho bak hidup lagi di Barcelona. Tinggal menunggu, beberapa kejutannya di atas lapangan.
Tahun 2018, Barcelona beli Philippe Coutinho dari Liverpool. Harga fenomenal, 145 juta euro atau seputar Rp 2,5 triliun serta dikontrak sampai tahun 2023.

Tetapi saat itu, Coutinho bak susah mendapatkan bentuk permainan terbaik. Coutinho yang sangar di baris tengah, bak terbenam tajinya.

Philippe Coutinho dapat kembali lagi garang. Walau seringkali jadi pemain cadangan, ia dapat memberi perkembangan.

 

 

Serta saat di perempatfinal Liga Champions tempo hari, ia turut berpesta dalam kemenangan mutlak Bayern Munich atas Barcelona. 2 gol dibuatnya.

Piala Bundesliga serta Liga Champions bisa dicapai Philippe Coutinho bersama Bayern Munich. Pada musim 2020/2021, Coutinho juga kembali lagi pulang ke Barcelona.

Pelatih baru Barcelona, Ronald Koeman memperlakukannya secara baik. Coutinho dikasih keyakinan serta kebebasan, terutamanya untuk mengendalikan gempuran.

Coutinho dikembalikan ke tempat awal, tempat nomor 10. Kemenangan Barcelona atas Villareal di pekan pertama Liga Spanyol, jadi faktanya.

 

 

Dikutip dari Marca, pemain berumur 28 tahun itu sukses lakukan 43 umpan dari 47 keseluruhan umpannya serta mengakhiri tiga dari tiga dribelnya. Ia jug ikut memberikan satu asssit.

Bersama Ansu Fati serta Antoine Griezmann, mereka bertiga bersatu. Walau terkadang, Lionel Messi di ujung tombak seringkali giliran tempat dengan Griezmann, toh tidak ada permasalahan.

Minimal, Philippe Coutinho telah kembali lagi nyaman bermain. Karena itu sekarang tinggal bersiap saja, lihat kekuatan maksimumnya kembali lagi bersama Barcelona.