Diego Costa diberitakan pengin tinggalkan Atletico Madrid di transfer bursa Januari. Ada permasalahan individu yang menimpa pemain kelahiran Brasil itu.
Disampaikan Marca, kontrak Diego Costa bersama Atletico sebenarnya sisa sampai Juni 2021. Menyaksikan keadaan pemain 32 tahun itu yang kerap dilanda luka, kemungkinan besar Los Ro

Tetapi Diego Costa tidak ingin menanti sampai musim panas untuk pergi dari Wanda Metropolitano. Dia pengin selekasnya keluar dan minta kontraknya diputus.

Sekarang ini, keputusan disebutkan ada pada tangan Atletico, apa mereka masih pengin meredam si pemain atau mungkin tidak. Kemauan Diego Costa keluar dari Atletico disebutkan supaya dia dapat mengakhiri kepentingan pribadinya itu, yang tidak disebut selama ini.

Baca juga : Shin Tae-yong Tidak Turut Tim nasional U-19 ke Spanyol, Ada Apa Nih?

Semenjak pulang ke Atletico pada Januari 2018, perform Diego Costa tidaklah memberikan kepuasan. Luka dan hukuman kartu sering mengusiknya. Mengakibatkan, dia baru baru mengepak 19 gol dari 81 performa sepanjang 3 tahun.

Dibanding dengan waktu dia ada di club yang serupa pada masa 2010-2014, catatan golnya sangat jomplang. Spesial pada musim 2013/14 saja, dia sukses mengepak 36 gol untuk Atletico dalam 52 performa.

Spesial pada musim ini, andil Diego Costa belum berarti. Dia baru cetak 2 gol dari 7 pertandingan. Bila dia jadi dilepaskan, Atletico sebenarnya tidak akan demikian kehilangan.

Kecuali Luis Suarez, mereka tetap punyai Marcos Lorrente, Joao Felix, dan Angel Correa yang telah terbiasa terpasang di muka dalam skema 3-4-2-1 atau 4-4-2.

Walau demikian, pelatih Diego Simeone peluang tetap cari striker baru, ingat Suarez ialah salah satu sang nomor 9 dalam team bila Diego Costa pergi.

 

Rafael Leao menulis rekor dalam kemenangan AC Milan atas Sassuolo. Striker asal Portugal itu sukses cetak gol paling cepat sejauh riwayat di Serie A!
Leao turut menyumbangkan 1 gol waktu Rossoneri menggulingkan Sassuolo 2-1, Minggu (20/12/2020). Tidak perlu semakin lama, dia hanya perlu kurang dari 7 detik semenjak kickoff untuk melakukan.

Bermula dari sepak mula Brahim Diaz ke Hakan Calhanoglu, langsung membawa bola maju menuju gawang Sassuolo, Leao ikut juga lari di depan. Sampai akhirnya Calhanoglu melepas operan terobosan, Leao siap menyambutnya dan menyelesaikannya menghasilkan gol.

Dikutip dari Opta, saat yang diperlukan Leao untuk cetak gol semenjak kickoff adalah yang paling cepat selama hidup di Liga Italia, yaitu seputar 6 detik. Dia berhasil pecahkan rekor penyerang Piacenza, Paolo Poggi, yang perlu waktu seputar 8 detik semenjak kickoff.

Baca juga : Kukuhnya Baris Belakang Senjata Khusus Man City Musim Ini

Tetapi ada ketidaksamaan di antara gol Leao dan Poggi. Gol Poggi ke gawang Fiorentina pada 2 Desember 2001 itu

berlangsung proses dari serbuan balik, di mana Piacenza sukses merampas bola dari kepenguasaan Fiorentina yang lakukan kickoff.

Sesaat proses gol Leao diawali pada sepak mula yang dikerjakan Milan, dan Rossoneri sudah membuat pola ini semenjak awalnya.

“Ya, kami sudah mempersiapkannya. Kami terus coba menyerbu, untungnya sukses menghasilkan gol. Kaami lakukan pekerjaan kami secara baik,” kata Leao ke Sky Sport Italia.

“Kami punyai 4-5 keadaan untuk kickoff dan kami pengin langsung menggedor semenjak awalnya sebab kami kehilangan suatu hal di sejumlah pertandingan paling akhir. Respek untuk Calhanoglu, Brahim Diaz, dan Leao yang lakukan gerakan dengan pas,” tutur pelatih Milan Stefano Pioli.

Kemenangannya pada Sassuolo jaga status Milan di pucuk klassemen sesaat dengan 31 point dari 13 pertandingan yang telah dimainkan musim ini.

Baca juga : Barcelona Jual Philippe Coutinho di Januari 2021?

 

Baris belakang Manchester City tampil demikian kokoh. The Citizens jadi team yang paling minim kecolongan dan terbanyak cleansheet di Liga Inggris musim ini.
Man City mencetak kemenangan 1-0 dari Southampton di St. Mary’s Fase pada minggu ke-14 Liga Inggris, Sabtu (19/12/2020) pagi hari WIB. Gol tunggal kemenangan The Citizens dibuat oleh Raheem Sterling.

Kemenangan tidak tiba dengan gampang ke City. The Saints memberi perlawanan seru sejauh 90 menit.

Kukuhnya baris pertahanan City menggenggam fungsi penting dalam kesuksesan mereka raih tiga angka. Manchester Biru sanggup menahan tuan-rumah dengan cuman membuat tiga shoot on sasaran dari 9 eksperimen di pertandingan ini.

Kuatnya baris pertahanan dapat disebut jadi senjata khusus pasukan Pep Guardiola pada musim ini. Cleansheet di pertandingan melawan Southampton adalah yang ke enam untuk City di Liga Inggris musim ini.

Diambil dari Opta, City adalah team dalam jumlah cleansheet paling banyak di Liga Inggris musim ini (6 cleansheet). Mereka jadi team dalam jumlah kecolongan paling minim (12 gol).

Baca juga : Barcelona Jual Philippe Coutinho di Januari 2021?

Kukuhnya baris pertahanan City ini sekalian sanggup tutupi tumpulnya baris serang mereka

Lukanya Gabriel Jesus dan Sergio Aguero membuat City baru mengepak 19 gol pada musim ini. Catatan itu adalah yang terjelek antara team yang ada di delapan besar.

Pep Guardiola mengaku jika baris belakangnya benar-benar tampil mengagumkan pada musim ini terutamanya waktu temu Southampton. Guardiola memandang salah satunya kunci menariknya perform barisan bertahannya ialah kedatangan Ruben Dias.

Dias dihadirkan City panas musim ini dari Benfica. City harus keluarkan dana 68 juta euro untuk membayarnya.

“Secara protektif kami mengagumkan. Musim kemarin kami banyak kesusahan. Ruben (Dias) sudah banyak menolong kami. John (Stones) di sejumlah laga paling akhir benar-benar mengagumkan,” tutur Guardiola diambil dari BBC.

“Kami lagi bermain semakin banyak untuk selalu dapat membuat kesempatan yang semakin banyak.

Baca juga : Sadio Mane Momok Palace, Dapat Mengakhiri Paceklik Gol Minggu Ini?

 

Barcelona disampaikan siap melepaskan Philippe Coutinho di transfer bursa musim dingin. Pemasaran The Little Magician dipandang dapat menolong keuangan Blaugrana.
Barcelona jadi salah satunya team yang paling terimbas secara keuangan karena wabah COVID-19. Tiadanya fans melihat langsung pertandingan di Camp Nou, dan tutupnya toko resmi club, membuat penghasilan club asal Catalunya itu terganggu.

Barcelona bahkan harus menggunting upah pemain supaya bisa terlepas dari status bangkrut alias pailit. Gaji beberapa punggawa yang dipotong diklaim capai angka 196 juta euro (sejumlah Rp 3,4 triliun).

Selain memotong upah pemain, Barcelona beritanya punya niat melepaskan beberapa pemain di transfer bursa kedepan. Merilis laporan AS, nama Philippe Coutinho masuk di dalam perincian jual Los Cules.

Baca juga : Sadio Mane Momok Palace, Dapat Mengakhiri Paceklik Gol Minggu Ini?

Coutinho adalah salah satunya pemain dengan upah paling tinggi di Barcelona, yaitu capai 11 juta euro per tahun (Rp 190 miliar). Dibayar besar, perform bekas bintang Liverpool dan Inter Milan itu malah jauh dari kata memberikan kepuasan.

ejak dibeli Barcelona dari Liverpool pada harga 145 juta euro (sejumlah Rp 2,5 triliun) pada 2018, Coutinho susah mendapati wujud permainan terbaik. Ia bahkan juga sempat dipinjam oleh Bayern Munich sepanjang satu musim pada 2019.

Sehabis datang dari periode pinjamannya, Philippe Coutinho baru mencatat 3 gol dan dua assist dari 11 performa bersama Barcelona di seluruh persaingan. Pemain 28 tahun itu seringkali di turunkan pelatih Ronald Koeman dari kursi cadangan..

Baca juga : FIFA Award 2020: Lewandowski Pemain Terhebat, Taklukkan Ronaldo dan Messi