Ada bukti memikat masalah kemenangan Khabib Nurmagomedov versus Justin Gaethje. Khabib segera mengakhiri tanding, sebab tidak ingin menganiaya Justin di muka orang tuanya.
UFC 254 jadi pentas paling akhir Khabib Nurmagomedov di dunia tinju bebas untuk Minggu (25/10) di Fight Island, Abu Dhabi. Khabib menjaga sabuk juara kelas enteng melawan juara interm, Justin Gaethje.

Justin Gaethje sanggup memberi pertempuran atas yang seru. Di ronde pertama kali, bahkan juga ‘The Highlight’ menang angka.

Tetapi di set ke-2 ‘ The Eagle’ menyelesaikan secara cepat. Khabib Nurmagomedov lakukan triangle choke, menutup leher Justin dengan kakinya, serta membuat Justin berserah.

Di ronde ke-2 1 menit 34 detik, Khabib Nurmagomedov memenangkan laga. Khabib menjaga sabuknya serta sesudahnya mengatakan pensiun dengan rekor kemenangan 29-0.

Dikutip dari ESPN, Khabib Nurmagomedov menaklukkan Justin Gaethje demikian cepat. Bahkan juga kemenangan itu jadi rekor paling cepatnya dalam mengakhiri pertempuran di sejauh profesinya!

Rekanan Khabib Nurmagomedov, Daniel Cormier mengutarakan bukti memikat. Ia menyebutkan fakta Khabib menyelesaikan Justin demikian cepat.

“Khabib tidak ingin menganiaya Justin Gaethje, apa lagi di muka orangtua Justin,” kata Cormier.

“Justin ialah petarung yang luar biasa serta tidak gampang berserah. Karena itu jika Khabib ambil tangannya serta lakukan penguncian, tangan Justin dapat patah,” sambungnya.

Khabib Nurmagomedov serta Justin Gaethje juga adalah kawan dekat

Tahun 2016, Justin sempat menolong Khabib untuk turunkan berat tubuh.

Mereka berdua ada pada sebuah manajemen yang serupa yaitu Dominance MMA Management yang dikomandoi sama Ali Abdelaziz.

Ke-2 petarung pun demikian tertarik sebelum dan setelah pertandingan. Justin juga pernah merengkuh Khabib, saat ‘The Eagle’ menangis.

“Khabib menggenggam janjinya tidak untuk menganiaya Justin di depan orang tuanya. Itu edan kan?” tutur Cormier.

“Jadi ia mengakhiri dengan triangle choke yang membuat Justin cepat ‘tertidur’,” tutupnya.

Terjawab telah tanding Conor McGregor vs Manny Pacquiao. Duelnya diadakan tahun kedepan 2021 di Timur Tengah!
Awalnya pada tahun 2020 tempo hari, Conor McGregor serta Manny Pacquiao telah pada sebuah manajemen yang serupa, yaitu Paradigm Sports Management. Beberapa fans olahraga combat juga mengharap, tanding dua petarung itu dapat terjadi.

Kedua-duanya memang pernah lempar code, tetapi tidak segera membawa hasil. Sampai pada akhirnya sekarang, Conor McGregor sendiri telah mengatakan akan bertanding dengan Manny Pacquiao tahun kedepan.

Conor McGregor sendiri telah mengatakan pensiun dari UFC baru saja ini. Pria asal Irlandia itu terlihat frustasi dengan ketidaktahuan jadwal pertempuran ditengah-tengah epidemi Corona.

Tetapi, McGregor masih simpan harapan untuk kembali lagi naik arena tinju. Ia telah cobanya saat melawan Floyd Mayweather Jr pada 2017 kemarin. Walau, The Notorious kalah TKO dari The Money di ronde ke-10.

 

 

Dikutip dari Mirror, pihak Manny Pacquiao juga siap menyanggupi rintangan Conor McGregor. Ditambah lagi, tanding ke-2 petarung itu nanti hasil keuntungan dari hak siar akan disumbangkan untuk korban virus Corona di Filipina.

“Untuk semua korban Covid-19 Filipina, Senator Manny Pacquiao akan menantang superstar UFC Conor McGregor tahun kedepan. Keuntungan dari pendapatannya akan dikasih ke mereka yang terserang efek epidemi dengan cara nasional,” catat pengakuan dari pihak Manny Pacquiao.

Conor McGregor melalui media sosialnya memang seringkali mempublikasikan dianya berlatih tinju. Mantan juara dua seksi di UFC, yaitu juara di kelas featherweight serta lightweight itu terlihat tidak bermain-main ingin kembali lagi bertinju.

Manny Pacquiao jelas bukan musuh asal-asalan. Ia ialah petinju juara dunia yang mengumpulkan titel juara di 8 kelas tidak sama.

Dalam catatan boxrec.com, ia 62 kali menang dengan 39 kali KO serta 7 kali kalah. Walau telah berumur 41 tahun, ‘The Pac Man’ tentu masih beresiko.